Tokoh-Tokoh yang Peduli dengan Nasib Anak Bangsa
Di Indonesia banyak sekali sosok yang peduli dengan anak-anak. Beberapa
di antaranya akrab dengan telinga kita dan sering disebut di media massa.
Berikut merupakan tokoh-tokoh yang dapat menginspirasi kita untul lebih peduli
dengan nasib anak bangsa.
1.
Asrorun Ni’am Sholeh
Ketua KPAI periode 2014-2017 ini lahir di Nganjuk 31 Mei 1976. Ia sudah
lama memiliki konsens terhadap isu-isu anak. Niam, demikian ia biasa disapa,
saat ini sebagai Staf pengajar Fakultas Syari’ah dan Hukum di Universitas Islam
Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Di samping sebagai akademisi, ia juga
dikenal sebagai praktisi perlindungan anak, khususnya terkait dengan isu-isu
pendidikan, agama dan budaya. Pada periode sebelumnya, Niam menjabat sebagai
Wakil Ketua KPAI dan Ketua Divisi Sosialisasi.
Di samping sebagai praktisi, Niam juga
dikenal sebagai penulis produktif. Lebih dari dua puluh lima judul buku yang
telah diterbitkan. Mayoritas terkait dengan masalah hokum, pendidikan, dan
perlindungan anak.
2.
Linda Amalia Sari Gumelar
Linda Amalia Sari adalah satu dari empat perempuan yang menduduki
jabatan menteri negara dalam Kabinet Indonesia Bersatu II. Linda dipercaya oleh
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan
dan Perlindungan Anak periode 2009-2014.
Menteri Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar memilih untuk menjadi
aktivis sosial seusai melepaskan jabatannya sebagai Menteri era Kabinet
Indonesia Bersatu, akhir Oktober 2014.
3.
Arist Merdeka Sirait
Ia merupakan salah satu aktivis pendiri Komisi Nasional Perlindungan
Anak (Komnas PA). Tidak hanya menangani
masalah anak yang terjadi di masyarakat, Arist aktif mengkritisi
peristiwa-peristiwa yang berhubungan dengan anak. Selain itu Arist juga aktif
menyerukan tentang pelayanan kesehatan anak hingga fasilitas untuk ibu-ibu yang
menyusui. Kendati banyak disibukkan dengan berbagai kasus yang dialami
anak-anak, bukan berarti Arist kurang perhatian pada keluarganya. Arist lebih banyak mendidik dengan cara membangun
satu bentuk komunikasi lewat dialog.
4.
Erlinda Iswanto
Aktivis ini sudah lama berkecimpung di dunia aktivis perlindungan anak. Mantan
Sekjen KPAI Pusat ini cepat tanggap dalam menyikapi suatu persoalan dan tak
sungkan untuk langsung turun baik ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) ataupun
menemui anak sebagai korban kekerasan. Selain itu, keberanian
dan semangatnya pun mampu menginspirasi
dan bisa menularkan bagi para penggiat perlindungan anak di Indonesia. Bukan
saja di Jakarta dan sekitarnya, tapi juga ke daerah-daerah seperti Komisi
Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) dan lembaga lainnya yang terkait
dalam persoalan anak. Saat ini Erlinda sedang mengkampanyekan program “Stop
Kekerasan pada Anak dan Mendidik Anak dengan Cinta dan Kelembutan”.
5.
Abdullah Azwar Anas
Bupati Banyuwangi periode 2010-2015 terpilih sebagai penerima KPAI
Award, karena dianggap paling inovatif dalam upaya perlindungan anak. Salah
satu program inovatifnya adalah setiap bayi yang baru lahir langsung
mendapatkan akta kelahiran dan beragam beasiswa yang cukup bagus dijalankan. Hal
tersebut dilakukan untuk memenuhi hak anak.