Sinopsis Novel Ronggeng Dukuh Paruk
karya Ahmad Tohari
Novel ini menceritakan kehidupan atau
kisah seorang perempuan yang menjadi ronggeng di dukuh paruk. Gadis itu bernama
Srintil. Suasana damai dan gembira melingkupi para pesaing yang memperebutkan
ronggeng Srintil. Harumnya keramatnya Ki Secamenggala kembali menyelimuti Dukuh
Paruk. Seorang paling bahagia dengan penobatan Srintil sebagai ronggeng adalah
Sukarya dan istrinya yang merupakan kakek dan nenek Srintil. Mereka merasa
usaha mengasuh Srintil tidak sia-sia, sejak kedua orang tua Srintil meninggal
karena keracunan tempe bongkrek sebelas tahun yang lalu. Hingga mereka berhasil
untuk menjadikan Srintil sebagai seorang ronggeng direstui oleh keramat dukung
ronggeng, Ki Secamenggala.
Namun seroang pemuda bernama Rasus
merasa sangat kecewa dan sedih mendengar penobatan Srintil sebagai ronggeng
Dukuh Paruk. Ia sangat mencitai Srintil, kekasihnya itu. Ia beranggapan bila
Srintil menjadi ronggeng, berarti Srintil menjadi milik semua orang. Setiap
orang bebas meniduri Srintil karena memang begitulah kehidupan menjadi seorang
ronggeng, Srintil harus menyerahkan keperawanannya kepada Ki Kertareja, seorang
dukun di Dukuh Paruk. Rasus mengetahui bahwa orang yang mendapatkan kesucian
Srintil yang pertama adalah Dower dan Sulam. Karena mereka telah memenangkan
sayembara yang diadakan Ki Kertareja.
Pada suatu malam yang sudah
ditentukan, Srintil pun dinobatkan menjadi seorang ronggeng Dukuh Paruk. Ketika
itu diam-diam Rasus memperhatikan kejadian itu dari jauh. Srintil dibawa ke
makam ke Secamenggala untuk dimandikan, setelah dimandikan, Srintil menjalani
tahap berikutnya yaitu menjadi budak kelambu menyerahkan keperawanannya kepada
orang yang telah memenangkan sayembara itu yaitu Sulam dan Dower pemuda di
Dukuh Paruk. Pada malam itu, kedua pemuda malah bertengkar dan saling
memperebutkan giliran yang paling berhak meniduri Srintil pertama kali. Rasus,
diam-diam mendengar pertengkatan itu, karena ia sempat melihatnya. Tanpa diduga
saat Rasus sedang sedih mendengar pertengkaran tadi, tiba-tiba Srintil
menghampiri Rasus yang sedang bingung di belakang rumah dukun Kertareja.
Srintil mohon pada Rasus agar ia bersedia menggauli dirinya waktu itu. Setelah
Rasus selesai menggauli Srintil barulah Dower dan Sulam datang.
Setelah menggauli Srintil, gadis yang
sangat dicintai, Rasus meninggalkan Dukuh Paruk. Dia meninggalkan Srintil,
gadis yang paling dicintai sekaligus paling dibenci saat itu, Rasus pun
mengasingkan diri di Desa Dawuran, ia memutuskan untuk meninggalkannya dan
mengalah serta membiarkan Srintil menjadi milik orang banyak untuk menjadi
ronggeng yang membanggakan Dukuh Paruk. Tetapi keputusan itu dan semua
peristiwa yang telah terjadi pada diri Srintil justru membuat Srintil menjadi
gila pada akhirnya. Srintil stres karena di usianya yang masih dini, ia harus
menjadi seorang ronggeng yang harus bersedia menjadi milik banyak orang. Selain
itu Srintil juga stres karena ia tidak bisa hidup bersama dan bahagia dengan
laki-laki yang sangat disayangi dan dicintainya untuk menjadi ronggeng di Dukuh
Paruk.