Jumat, 24 Juni 2022

 Tokoh-Tokoh yang Peduli dengan Nasib Anak Bangsa

Di Indonesia banyak sekali sosok yang peduli dengan anak-anak. Beberapa di antaranya akrab dengan telinga kita dan sering disebut di media massa. Berikut merupakan tokoh-tokoh yang dapat menginspirasi kita untul lebih peduli dengan nasib anak bangsa.

 

1.     Asrorun Ni’am Sholeh

Ketua KPAI periode 2014-2017 ini lahir di Nganjuk 31 Mei 1976. Ia sudah lama memiliki konsens terhadap isu-isu anak. Niam, demikian ia biasa disapa, saat ini sebagai Staf pengajar Fakultas Syari’ah dan Hukum di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Di samping sebagai akademisi, ia juga dikenal sebagai praktisi perlindungan anak, khususnya terkait dengan isu-isu pendidikan, agama dan budaya. Pada periode sebelumnya, Niam menjabat sebagai Wakil Ketua KPAI dan Ketua Divisi Sosialisasi.

Di samping sebagai praktisi, Niam juga dikenal sebagai penulis produktif. Lebih dari dua puluh lima judul buku yang telah diterbitkan. Mayoritas terkait dengan masalah hokum, pendidikan, dan perlindungan anak.

 

2.     Linda Amalia Sari Gumelar

Linda Amalia Sari adalah satu dari empat perempuan yang menduduki jabatan menteri negara dalam Kabinet Indonesia Bersatu II. Linda dipercaya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak periode 2009-2014.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar memilih untuk menjadi aktivis sosial seusai melepaskan jabatannya sebagai Menteri era Kabinet Indonesia Bersatu, akhir Oktober 2014.

 

3.     Arist Merdeka Sirait

Ia merupakan salah satu aktivis pendiri Komisi Nasional Perlindungan Anak  (Komnas PA). Tidak hanya menangani masalah anak yang terjadi di masyarakat, Arist aktif mengkritisi peristiwa-peristiwa yang berhubungan dengan anak. Selain itu Arist juga aktif menyerukan tentang pelayanan kesehatan anak hingga fasilitas untuk ibu-ibu yang menyusui. Kendati banyak disibukkan dengan berbagai kasus yang dialami anak-anak, bukan berarti Arist kurang perhatian pada keluarganya.  Arist lebih banyak mendidik dengan cara membangun satu bentuk komunikasi lewat dialog.

 

 

4.     Erlinda Iswanto

Aktivis ini sudah lama berkecimpung di dunia aktivis perlindungan anak. Mantan Sekjen KPAI Pusat ini cepat tanggap dalam menyikapi suatu persoalan dan tak sungkan untuk langsung turun baik ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) ataupun menemui anak sebagai korban kekerasan. Selain itu, keberanian

dan semangatnya pun mampu menginspirasi dan bisa menularkan bagi para penggiat perlindungan anak di Indonesia. Bukan saja di Jakarta dan sekitarnya, tapi juga ke daerah-daerah seperti Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) dan lembaga lainnya yang terkait dalam persoalan anak. Saat ini Erlinda sedang mengkampanyekan program “Stop Kekerasan pada Anak dan Mendidik Anak dengan Cinta dan Kelembutan”.


 

 

 

5.     Abdullah Azwar Anas

Bupati Banyuwangi periode 2010-2015 terpilih sebagai penerima KPAI Award, karena dianggap paling inovatif dalam upaya perlindungan anak. Salah satu program inovatifnya adalah setiap bayi yang baru lahir langsung mendapatkan akta kelahiran dan beragam beasiswa yang cukup bagus dijalankan. Hal tersebut dilakukan untuk memenuhi hak anak.

 

 

Sabtu, 04 September 2021

Sebuah Sajak-Sajak Dini

Sebuah Sajak-Sajak Dini

untukmu yang bernama "Bunda"
30, lima, tahun Corona (21)

Sejatinya, ingin harga buat jiwa yang terlampau berani ..
Memangku buah hati puluhan kilometer tiap hari..
Berkejaran dengan waktu
Dengan sakit yang terabai.
Ahza, Khiran, dan Alsya
Maafkan Bunda, Nak.
yang belum mampu menjadikan diri yang sempurna bagimu
Suatu saat nanti nak....
Karena lamanya masa
Dan belajar dengan waktu
Bunda berharap kau memakaikan mahkota untukku 
dan ayahmu di hijaunya surga.
Aamiin

Jumat, 05 Maret 2021

Puisi Bertema Pendidikan dan Kepahlawanan

 

Puisi bertema pendidikan

Mutiara Sepanjang Masa

Kilau aura yang penuh pesona

Di kala hujan, di kala reda

Sepanjang musim sepanjang jalan

Dan takkan terpana di tengah merana

Mutiara indah nan megah

Mewarna calon pemimpin bangsa

Tanpa ada sendu

Tanpa rasa sayu

Guruku, mutiara sepanjang masaku

 

………………………………………………………………………………………………………

Puisi bertema kepahlawanan

Mencoba Hidup

Mati suri, hidup kembali

Meski tertatih, coba kuberdiri

Dan mestinya enggan terusik lagi

Walau letih,

Kucoba berjalan pelan

Pelan-pelan dan berlari

Hingga bercucur keringat diri

 

Tak kuacuhkan sandungan-sandungan batu di kegelapan

Kuacuhkan kerikil-kerikil kecil, menggelitik menggeliat ikuti tiap langkah ini

Kutatap biru-Nya

Kutanam hijau di bumi-Nya

Dan kuraih cinta-Nya

Menuju Indonesia Raya.

Sabtu, 27 Februari 2021

IDENTIFIKASI PROBLEMATIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

 


  


 

 

 


IDENTIFIKASI PROBLEMATIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

Mata Kuliah    : Pendidikan Bahasa dan Problematiknya

       Dosen Pengampu : Dr. Hj. Ida Zulaeha, M. Hum.

 

 

 

oleh

Nurul Nitasari

0202511023

 

 

 

 

PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA S2

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2011

 

PENDAHULUAN

1.    Latar Belakang

Kontrol siswa masih dirasa cukup sulit di dalam kelas gemuk, terutama kelas yang berjumlah lebih dari 43 siswa per kelas.  Salah satu masalah muncul ketika dilakukan diskusi kelompok. Pada saat diskusi ini, anak lebih suka bercanda dan bercakap-cakap dengan temannya di luar topik diskusi. Hal itu membuat beberapa indikatot tidak tercapai. Terutama untuk keaktifan siswa yang diharapkan.

 

2.    Identifikasi Masalah

Faktor yang memengaruhi keaktifan siswa dalam diskusi pada mata pelajaran bahasa Indonesia ada tujuh komponen, yaitu faktor guru, siswa, tujuan, materi, strategi, media, dan evaluasi.

Komponen yang pertama, yaitu faktor dari guru. Terkadang guru mengangkat topik diskusi yang asing atau kurang menarik bagi siswa, sehingga siswa kurang antusias dalam melakukan diskusi.

Komponen yang kedua, yaitu siswa. Siswa sering kurang konsentrasi terhadap tugas yang diberikan oleh guru karena kondisi kelas yang agak bising. Hal tersebut mengakibatkan hasil belajar yang dicapai kurang maksimal.

Komponen yang ketiga, yaitu tujuan. Pada komponen ini, indikator yang diharapkan belum semuanya tercapai. Maka dari itu, tujuan pembelajaran belum tercapai.  

Komponen yang keempat, yaitu materi. Pemilihan materi yang monoton tanpa adanya variasi akan membuat siswa bosan. Hal ini menjadikan proses diskusi menjadi kurang hidup.

Komponen yang kelima, yaitu strategi. Strategi yang digunakan oleh guru kurang tepat dalam mengelola kelas saat para siswa melaksanakan diskusi. Oleh karena itu, guru perlu mengatur strategi agar tujuan yang diharapkan tercapai.

Komponen yang keenam, yaitu media. Terkadang guru tidak menggunakan media pembelajaran dalam pelaksananaa proses pembelajaran yang dalam hal ini berkaitan dengan proses diskusi. Padahal, keberadaan media sangat penting sebagai sarana untuk memahamkan dan membelajarkan siswa.

Komponen yang terakhir, yaitu evaluasi. Guru jarang mengevaluasi pembelajaran bahasa Indonesia yang dilakukan dengan model diskusi pada pembelajaran sebelumnya, sehingga kekurangan yang ada belum dapat diminimalkan.

 

3.    Pembatasan Masalah

Dari berbagai masalah yang muncul, maka batasan permasalahan yang peneliti bahas adalah mengenai strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru.

 

4.    Perumusan Masalah

Permasalahan yang menjadi bahan pembahasan, yaitu bagaimana membuat siswa lebih aktif dalam melakukan diskusi dalam kelas gemuk?


PEMBAHASAN

 

Dalam belajar aktif, siswa diharapkan dapat menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi informasi dalam diskusi dengan siswa lain melalui pengajuan pertanyaan atau melalui tulisan. Siswa menjadi terlibat dalam kegiatan yang memaksa mereka untuk merenungkan ide-ide dan menggunakan ide-ide yang terkait dengan bidang studi (Bonwell Einson, 1991)

Untuk membelajarkan siswa agar aktif dalam diskusi, salah satunya yaitu harus menggunakan strategi-strategi tertentu. Banyak sekali strategi yang dapat digunakan oleh guru dalam mengelola kelas gemuk. Salah satunya yaitu diskusi kelompok kecil.

Peserta didik dibagi ke dalam kelompok-kelompok  yang terdiri atas tiga peserta atau lebih untuk berbagi informasi. Diskusi kelompok kecil ini digunakan untuk memproses persoalan dan masalah jika memiliki cukup waktu. Ini merupakan salah satu metode kunci untuk mendapatkan partisipasi seseorang ( Silberman 2009:20).

Selama diskusi berlangsung, guru dapat membantu kelompok yang merasa kesulitan terhadap masalah yang dipecahkan. Guru dapat keliling kelas, berkunjung dari kelompok satu ke kelompok yang lain. Hal ini akan membuat guru lebih leluasa mengontrol kelas. Setelah diskusi selesai, tiap kelompok dapat mempresentasikan hasil diskusi ke depan kelas.

Berikut ini merupakan beberapa keuntungan bagi peserta didik ketika melakukan diskusi dengan menggunakan kelompok kecil.

1.    Mengantisipasi siswa yang menggantungkan pekerjaannya pada teman satu kelompok.

2.    Kontrol kelas akan terasa lebih mudah jika dibandingkan dengan menggunakan kelompok besar.

3.    Siswa yang tidak bersedia bekerjasama dengan teman satu kelompoknya akan terlihat, sehingga guru dapat segera mengatasinya.

4.    Gagasan-gagasan yang dihasilkan ketika diskusi berlangsung akan lebih banyak karena jumlah kelompoknya pun banyak.

5.    Tujuan pembelajaran akan mendekati ketercapaian.

            Diskusi kelompok kecil ini dimaksudkan agar  para peserta didik lebih maksimal dalam melaksanakan diskusi.


 

PENUTUP

 

Simpulan

Dari pembahasan yang telah dipaparkan sebelumnya, simpulan yang penulis dapatkan, yaitu dalam mengatasi kontrol siswa di kelas gemuk, terutama saat siswa melakukan diskusi terdapat strategi yang dapat digunakan. Salah satunya yaitu dengan membentuk kelompok diskusi dengan kelompok kecil. Diskusi dalam kelompok kecil memiliki beberapa keuntungan untuk membuat siswa lebih aktif.

 

Saran

Adapun saran yang dapat penulis sampaikan, yaitu sebaiknya para guru dapat menggunakan  strategi dalam melaksanakan pembelajaran bahasa Indonesia. Baik dalam kelas gemuk maupun kelas kurus.

 

 


DAFTAR PUSTAKA

 

Silberman, Mel. 2009. Active Learning : 101 Pembelajaran Aktif. Yogyakarta : Pustaka Insan Madani.

Charles C. dan James A. Bonwell Eison, 1991 Pembelajaran Aktif: Membuat Semangat di dalam Kelas, Ashe-ERIC Pendidikan Tinggi Laporan No 1. Washington, DC: The George Washington University (dalam www-ctl.stanford.edu/teach/speak.html diunduh tanggal 21 Agustus 2011)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jumat, 26 Februari 2021

Kontribusi APBN bagi Kemakmuran Warga Sekolah di Era Normal Baru

 

Kontribusi APBN bagi Kemakmuran Warga Sekolah

di Era Normal Baru

oleh

Nurul Nitasari, M. Pd.

(Guru MTs. N 1 Kudus)

 

Di masa pandemi dan normal baru ini, Pemerintah mengalokasikan dana khusus di berbagai sektor, antara lain di sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lain sebagainya. Sektor pendidikan merupakan salah satu sektor yang memerlukan perhatian dalam bidang pendanaan. Namun, banyak sekali tantangan yang harus dihadapi oleh sektor ini.

Tantangan yang dihadapi dalam bidang pendidikan antara lain skor PISA yang terus menurun sejak 2009, kompetensi guru antarprovinsi belum merata, dan porsi perhatian golden moment  Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) belum memadai, serta adanya mismatch antara pendidikan keterampilan dengan kebutuhan dunia kerja. Reformasi bidang pendidikan diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan nasional antara lain dengan transformasi kepemimpinan sekolah; transformasi pendidikan dan guru; penyederhanaan kurikulum; adopsi standar global dan pengokohan karakter bangsa; serta kemitraan pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat sipil (DJPPR 2020:28). Berkaitan dengan hal tersebut, peran APBN sangatlah diperlukan.

Kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan pendanaan pendidikan di masa pandemi ini patut diapresiasi. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) memberikan fleksibilitas penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) di tengah pandemi Covid-19. Kemendikbud telah mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 19 Tahun 2020 tentang fleskibilitas penggunaan dana BOS. Pembelajaran jarak jauh dilaksanakan selama pandemi Covid-19 ini dengan memanfaatkan teknologi internet, maka dana BOS bisa digunakan siswa dan guru untuk menunjang pembelajarannya (Purnamasari, 2020).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan bahwa kelonggaran penggunaan dan BOS BOP hanya dapat digunakan untuk kegiatan dan pembelanjaan tertentu. Pertama, untuk pembelian pulsa, paket data, dan/atau layanan pendidikan daring berbayar bagi pendidik dan/atau peserta didik dalam rangka pelaksanaan pembelajaran dari rumah. Kedua, dana BOS serta BOP PAUD dan Kesetaraan dapat digunakan untuk pembelian cairan atau sabun pembersih tangan, pembasmi kuman, masker atau penunjang kebersihan dan kesehatan lainnya termasuk alat pengukur suhu tubuh tembak (thermogun). Ketiga, untuk pembayaran honor, dana BOS dapat digunakan membayar guru honorer yang tercatat pada data pokok pendidikan (Dapodik) per 31 Desember 2019, belum mendapatkan tunjangan profesi dan telah memenuhi beban mengajar termasuk mengajar dari rumah. Persentase penggunaannya, ketentuan pembayaran honor dilonggarkan menjadi tanpa batas. Adapun penggunaan BOS Madrasah dan BOP Raudhatul Athfal (RA) disesuaikan dengan petunjuk teknis yang sudah ditetapkan Kementerian Agama.

Dengan ketentuan anggaran yang sudah ditetapkan oleh Menteri Pendidikan, sebagai guru kita mestinya pandai-pandai menyikapi. Dalam hal pembelian pulsa, paket data, dan layanan pendidikan daring berbayar perlu adanya kesepakatan. Bagi pendidik mungkin tidak ada masalah karena pendidik cenderung tetap berada di sekolah ketika pembelajaran daring berlangsung karena kaitannya dengan sinyal dapat teratasi. Namun, hal tersebut berbeda kondisinya dengan para peserta didik yang notabene bertempat tinggal di berbagai daerah yang kondisi sinyal yang tidak sama.

Dalam kondisi yang demikian, perlu adanya upaya bagi sebagian anak didik yang tidak terjangkau sinyal, sehingga pemerataan pendidikan tetap tercapai. Salah satu solusinya adalah guru tetap melakukan pembelajaran jarak jauh dengan mendatangi peserta didik yang tidak terjangkau sinyal. Sebagian anggaran yang digunakan untuk pembelian pulsa/data bagi peserta didik dapat dialihkan untuk penganggaran transportasi bagi para pendidik yang mengajar di tempat yang tidak terjangkau sinyal.

Pembelian bahan-bahan pencegah dan penanggulangan Covid-19 memang sangat perlu. Apalagi, banyak sekolah yang masih menggunakan finger print untuk presensi pendidik dan tenaga kependidikan. Dalam penggunaan finger print, mereka sangat riskan terpapar kuman. Selain bahan-bahan tersebut, multivitamin juga sangat dibutuhkan sebagai penunjang kesehatan. Kondisi yang demikian sangat memungkinkan apabila dana BOS dapat digunakan untuk pembelian multivitamin bagi guru dan karyawan.

Guru dan karyawan honorer harus tetap menerima honor sebagaimana bulan-bulan biasa sebelum terjadi pandemi. Bahkan, di era normal baru seperti ini mereka justru lebih banyak membutuhkan dana bagi kesejahteraan keluarga masing-masing. Bagaimana tidak, banyak sekali suami atau istri para guru dan tenaga honorer tersebut di-PHK oleh perusahaan tempat mereka bekerja. Akibatnya, banyak terjadi pengangguran di mana-mana.

Di sisi lain, ekonomi semakin lesu. Pendapatan para honorer setelah terjadi pandemi turun drastis. Banyak honorer yang berkerja sambilan dengan berdagang barang melalui online shop. Dengan adanya kelesuan ekonomi, daya beli masyarakat berkurang yang akhirnya berdampak pada pendapatan para pedagang, termasuk online shop.  

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, tunjangan bagi guru honorer yang memang sangat terdampak pandemi sangat mungkin untuk diusulkan. Apabila guru honorer sejahtera, dapat dipastikan iklim pembelajaran juga semakin baik. Mereka tidak akan khawatir kekurangan dana di masa-masa sulit seperti ini. Bisa jadi, doa tulus dari pejuang status seperti mereka akan diijabah oleh Tuhan yang berimbas bagi kesejahteraan umat manusia Indonesia.

Segala permasalahan yang terjadi dalam pendidikan Indonesia di masa normal baru sekarang ini harus disikapi dengan kepala dingin. Kebijakan yang memihak golongan kecil sebaiknya harus diprioritaskan. Namun, kebijakan tersebut tidak boleh pula merugikan golongan yang lain.

Salam, Guru Indonesia!

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko. 2020. APBN Kita (Kinerja dan Fakta). Jakarta: Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

 

Purnamasari, Deti Mega. 2020. "Kemendikbud Berikan Fleksibilitas Penggunaan Dana BOS di Tengah Pandemi Covid-19". Kompas.com

https://nasional.kompas.com/read/2020/06/09/12063811/kemendikbud-berikan-fleksibilitas-penggunaan-dana-bos-di-tengah-pandemi.

Jumat, 20 Mei 2016

Sinopsis Novel Ronggeng Dukuh Paruk


Sinopsis Novel Ronggeng Dukuh Paruk
karya Ahmad Tohari

      
          Novel ini menceritakan kehidupan atau kisah seorang perempuan yang menjadi ronggeng di dukuh paruk. Gadis itu bernama Srintil. Suasana damai dan gembira melingkupi para pesaing yang memperebutkan ronggeng Srintil. Harumnya keramatnya Ki Secamenggala kembali menyelimuti Dukuh Paruk. Seorang paling bahagia dengan penobatan Srintil sebagai ronggeng adalah Sukarya dan istrinya yang merupakan kakek dan nenek Srintil. Mereka merasa usaha mengasuh Srintil tidak sia-sia, sejak kedua orang tua Srintil meninggal karena keracunan tempe bongkrek sebelas tahun yang lalu. Hingga mereka berhasil untuk menjadikan Srintil sebagai seorang ronggeng direstui oleh keramat dukung ronggeng, Ki Secamenggala.
          Namun seroang pemuda bernama Rasus merasa sangat kecewa dan sedih mendengar penobatan Srintil sebagai ronggeng Dukuh Paruk. Ia sangat mencitai Srintil, kekasihnya itu. Ia beranggapan bila Srintil menjadi ronggeng, berarti Srintil menjadi milik semua orang. Setiap orang bebas meniduri Srintil karena memang begitulah kehidupan menjadi seorang ronggeng, Srintil harus menyerahkan keperawanannya kepada Ki Kertareja, seorang dukun di Dukuh Paruk. Rasus mengetahui bahwa orang yang mendapatkan kesucian Srintil yang pertama adalah Dower dan Sulam. Karena mereka telah memenangkan sayembara yang diadakan Ki Kertareja.
            Pada suatu malam yang sudah ditentukan, Srintil pun dinobatkan menjadi seorang ronggeng Dukuh Paruk. Ketika itu diam-diam Rasus memperhatikan kejadian itu dari jauh. Srintil dibawa ke makam ke Secamenggala untuk dimandikan, setelah dimandikan, Srintil menjalani tahap berikutnya yaitu menjadi budak kelambu menyerahkan keperawanannya kepada orang yang telah memenangkan sayembara itu yaitu Sulam dan Dower pemuda di Dukuh Paruk. Pada malam itu, kedua pemuda malah bertengkar dan saling memperebutkan giliran yang paling berhak meniduri Srintil pertama kali. Rasus, diam-diam mendengar pertengkatan itu, karena ia sempat melihatnya. Tanpa diduga saat Rasus sedang sedih mendengar pertengkaran tadi, tiba-tiba Srintil menghampiri Rasus yang sedang bingung di belakang rumah dukun Kertareja. Srintil mohon pada Rasus agar ia bersedia menggauli dirinya waktu itu. Setelah Rasus selesai menggauli Srintil barulah Dower dan Sulam datang.
       Setelah menggauli Srintil, gadis yang sangat dicintai, Rasus meninggalkan Dukuh Paruk. Dia meninggalkan Srintil, gadis yang paling dicintai sekaligus paling dibenci saat itu, Rasus pun mengasingkan diri di Desa Dawuran, ia memutuskan untuk meninggalkannya dan mengalah serta membiarkan Srintil menjadi milik orang banyak untuk menjadi ronggeng yang membanggakan Dukuh Paruk. Tetapi keputusan itu dan semua peristiwa yang telah terjadi pada diri Srintil justru membuat Srintil menjadi gila pada akhirnya. Srintil stres karena di usianya yang masih dini, ia harus menjadi seorang ronggeng yang harus bersedia menjadi milik banyak orang. Selain itu Srintil juga stres karena ia tidak bisa hidup bersama dan bahagia dengan laki-laki yang sangat disayangi dan dicintainya untuk menjadi ronggeng di Dukuh Paruk.

Sabtu, 14 Mei 2016

PENGORBANAN (SEBUAH CERPEN)


PENGORBANAN
Oleh : Nurul Nitasari

Langit yang cerah tiba-tiba mendung kembali. Rintikan hujan turun dengan derasnya diikuti petir yang menyambar-nyambar. Sepoi angin pun tak mau kalah untuk menunjukkan kehebatannya. Jalanan yang tadinya ramai oleh lalu lalang orang yang berjalan, berubah sepi.

Di pojok tikungan jalan berdiri seorang gadis berambut kepang dua yang cantik paras seperti namanya. Ya, “Ayu” namanya.

“Mbak, kok sendirian?” Tanya seorang pemuda yang sama-sama menunggu hujan reda di dalam poskamling.

“Iya Mas, baru pulang dari les sekolah” jawab Ayu sambil mengusap wajah yang terkena tetesan hujan.

Setelah cukup lama mereka berbincang-bincang, akhirnya Ayu pun tahu pemuda itu bernama “Soni”, seorang pemuda yang kuliah di Jakarta mengambil jurusan hukum.

“Mas, hujan sudah reda,aku pamit pulang dulu ya…”

“Mau tak antar Mbak?”.

“Tidak terima kasih, rumahku di dekat sini kok, paling lima menit sudah sampai” jawab Ayu.

Sesampai di rumah, ia pun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

“Ayu, Nduk ke sini bentar” panggil Ibunya.

Mendengar suara ibunda, ia pun bergegar ke ruang tengah.

“Dalem Bu, ada apa?”

“Gini lho Nduk, adikmu si Ihsan ingin dibelikan HP”

“Iya,lantas kenapa Bu?”.

“Uang tabunganmu kalau bisa diambil dulu untuk membelikan HP buat adikmu.”

“Tapi Bu, uang ini nanti buat Ayu kuliah lho.”

“Sudahlah Nduk, kasihan adikmu merengek ingin dibelikan HP.”

Dengan wajah lesu, Ayu pun kembali ke kamar mengambil buku tabungan dan melihat saldo yang tertulis di buku itu. Ternyata, saldo yang tertulis tidak ada sisa jika semuanya digunakan untuk membeli HP.

&…….*…….&

Di sekolah saat matahari mulai meninggi dan udara terasa panas, Ayu dan sahabatnya Atik melihat-lihat pengumuman mengenai PMDK dan ujian masuk perguruan tinggi.

“Gimana Tik, kamu mau daftar di mana?”

“Aku sepertinya tidak melanjutkan Yu. Setelah lulus, rencanaku ingin kerja saja. Lha, kamu gimana?” balas Atik.

“Entahlah Tik, aku sendiri bingung. Ihsan saudara kembarku juga pasti ingin kuliah. Sementara, keluargaku belum punya cukup uang untuk kuliah kami berdua.”jawab Ayu.

Di sela-sela obrolan, terdengar suara lonceng. Mereka pun bergegas menuju kelas. Sembari menunggu Pak Guru, Ayu menghampiri Ihsan yang tengah sibuk mengerjakan PR yang akan dikumpulkan.

“San, nanti malam aku ingin sekeluarga kumpul untuk musyawarah.” kata Ayu dengan suara agak keras.

Entah disengaja ataupun tidak, Ihsan pun diam saja seperti tak mendengar apa-apa. Karena sebal dengan tingkah laku yang seperti itu, Ayu pun meningglkan Ihsan.

&…….*…….&



Hari semakin petang, suara adzan Isya pun berkumandang. Setelah sekeluarga shalat berjamaah, mereka pun kumpul di ruang tengah sambil menonton TV.

“Pak, Bu…Ayu ingin melanjutkan kuliah setelah lulus nanti.” Pinta ayu sambil menundukkan pandang.

“Gini Nduk, karena sesuatu hal, kamu tidak bias kuliah dulu. Mungkin Ihsan dululah yang akan kuliah.”

“Kalau masalah biaya Bu, ayu bisa kuliah sambil kerja kan?”

“Bukan begitu Nduk, setelah lulus nanti kamu akan dinikahkan dengan anaknya Pak Lurah.”

“Tapi kenapa harus secepat itu Bu?” tanya Ayu.

“Keluarga kita terlilit banyak hutang, dan kamulah yang dapat membantu keuangan keluarga kita”

“Aku belum ingin menikah dulu. Aku masih ingin bersama Ayah dan Ibu.”

Kedua orang tua Ayu pun diam saja menanggapi hal tersebut.

“Haruskah ku berlari?

Haruskah ku pasrah dan berdiam diri?

Haruskah ku mengalah ‘tuk kesekian kali?

Haruskah aku…….”kata ayu dalam hati.

&…….*…….&



Pengumuman kelulusan pun tiba, Ayu dan Ihsan pulang ke rumah dengan raut muka yang berbeda.

“Yu, San bagaimana hasil ujian kalian?”

“Kita lulus Bu” jawab mereka serentak.

“Syukurlah kalau begitu. Yu, nanti malam pak Lurah dan keluarganya mau datang ke rumah. Kalian siap-siap Ya!” kata Ibunda.

Keluarga ayu terlilit banyak hutang bukan terhadap keluarga Pak Lurah, tetapi hutang terhadap bank yang disebabkan oleh penipuan jual beli tanah yang dilakukan oleh temannya Pak Agus.

Pak Lurah dan pak Agus dari kecil sudah bersahabat karib. Dan merencanakan untuk menjodohkan anak mereka.

Setelah mengetahui sahabat karibnya terlilit banyak hutang, Pak Lurah ingin membantu Pak Agus dengan menikahkan anak mereka. Anaknya Pak Lurah merupakan pewaris tunggal dari harta peninggalan kakeknya. Dan warisan dari sang Kakek dapat dimiliki sepenuhnya oleh si cucu apabila ia benar-benar telah menikah. Toh, Pak Agus dan pak Lurah memang sudah berjanji akan menikahkan anak mereka.

Mengetahui hal itu, Ayu yang awalnya besikeras tidak ingin menikah muda akhirnya luluh juga. Padahal, ia sudah memiliki “pujaan hati” walaupun hanya bertemu sekali saja.

“Kalau memang jodoh, tidak akan ke mana” pikirnya.

Jarum jam menunjukkan pukul 19.00 WIB. Dari arah pintu terdengar suara orang mengetuk. Tanpa ragu-ragu, Bu siti ibunda Ayu membukakan pintu.

“Silakan masuk Pak,Bu lurah.” sambut Bu Siti dengan ramah.

“Terima kasih Bu” jawab mereka.

Setelah duduk dan menikmati hidangan yang disdiakan, pak Lurah memperkenalkan anak mereka satu-satunya.

“Lha, Ayu dan Ihsan nya mana Bu?” tanya Bu Lurah.

“Ayu, Ihsan ke sini Nak”panggil Bu Agus.

Setelah mereka bersalaman dengan para tamu, Ayu pun kaget, ternyata calon suaminya adalah sang pujaan hati.

“Mas Soni ‘kan?”sapa Ayu.

“O.Ayu itu kamu?”balas Soni.

“Kalian sudah saling mengenal tho rupanya”sela Pak Lurah.

“Inggih Pak”jawab Ayu.

“Ya sudah kalian dan Ihsan ngobrol-ngobrol dulu saja di ruang tengah”saran Pak Agus.

Ihsan pun pengertian, setelah tiga puluh menit ngobrol bertiga, ia meninggalkan Ayu dan Soni agar keduanya lebih akrab dan saling mengenal pribadi masing-masing sebagai calon suami istri.

Ayu pun bercerita bahwa sebenarnya ia ingin kuliah dulu sebelum menikah. Dan soni pun menegaskan, ia dan Ayu tetap kuliah walaupun sudah menikah nantinya. Mendengar hal itu, Ayu bersyukur sekali.

“Akhirnya ku menemukannya

Saat hati ini mulai merapuh

Akhirnya pengorbanan tak sia-sia

Karena ada dia sang pujaan hati” bisik Ayu dalam hati.

*Selesai*