Jumat, 24 Juni 2022

 Tokoh-Tokoh yang Peduli dengan Nasib Anak Bangsa

Di Indonesia banyak sekali sosok yang peduli dengan anak-anak. Beberapa di antaranya akrab dengan telinga kita dan sering disebut di media massa. Berikut merupakan tokoh-tokoh yang dapat menginspirasi kita untul lebih peduli dengan nasib anak bangsa.

 

1.     Asrorun Ni’am Sholeh

Ketua KPAI periode 2014-2017 ini lahir di Nganjuk 31 Mei 1976. Ia sudah lama memiliki konsens terhadap isu-isu anak. Niam, demikian ia biasa disapa, saat ini sebagai Staf pengajar Fakultas Syari’ah dan Hukum di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Di samping sebagai akademisi, ia juga dikenal sebagai praktisi perlindungan anak, khususnya terkait dengan isu-isu pendidikan, agama dan budaya. Pada periode sebelumnya, Niam menjabat sebagai Wakil Ketua KPAI dan Ketua Divisi Sosialisasi.

Di samping sebagai praktisi, Niam juga dikenal sebagai penulis produktif. Lebih dari dua puluh lima judul buku yang telah diterbitkan. Mayoritas terkait dengan masalah hokum, pendidikan, dan perlindungan anak.

 

2.     Linda Amalia Sari Gumelar

Linda Amalia Sari adalah satu dari empat perempuan yang menduduki jabatan menteri negara dalam Kabinet Indonesia Bersatu II. Linda dipercaya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak periode 2009-2014.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar memilih untuk menjadi aktivis sosial seusai melepaskan jabatannya sebagai Menteri era Kabinet Indonesia Bersatu, akhir Oktober 2014.

 

3.     Arist Merdeka Sirait

Ia merupakan salah satu aktivis pendiri Komisi Nasional Perlindungan Anak  (Komnas PA). Tidak hanya menangani masalah anak yang terjadi di masyarakat, Arist aktif mengkritisi peristiwa-peristiwa yang berhubungan dengan anak. Selain itu Arist juga aktif menyerukan tentang pelayanan kesehatan anak hingga fasilitas untuk ibu-ibu yang menyusui. Kendati banyak disibukkan dengan berbagai kasus yang dialami anak-anak, bukan berarti Arist kurang perhatian pada keluarganya.  Arist lebih banyak mendidik dengan cara membangun satu bentuk komunikasi lewat dialog.

 

 

4.     Erlinda Iswanto

Aktivis ini sudah lama berkecimpung di dunia aktivis perlindungan anak. Mantan Sekjen KPAI Pusat ini cepat tanggap dalam menyikapi suatu persoalan dan tak sungkan untuk langsung turun baik ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) ataupun menemui anak sebagai korban kekerasan. Selain itu, keberanian

dan semangatnya pun mampu menginspirasi dan bisa menularkan bagi para penggiat perlindungan anak di Indonesia. Bukan saja di Jakarta dan sekitarnya, tapi juga ke daerah-daerah seperti Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) dan lembaga lainnya yang terkait dalam persoalan anak. Saat ini Erlinda sedang mengkampanyekan program “Stop Kekerasan pada Anak dan Mendidik Anak dengan Cinta dan Kelembutan”.


 

 

 

5.     Abdullah Azwar Anas

Bupati Banyuwangi periode 2010-2015 terpilih sebagai penerima KPAI Award, karena dianggap paling inovatif dalam upaya perlindungan anak. Salah satu program inovatifnya adalah setiap bayi yang baru lahir langsung mendapatkan akta kelahiran dan beragam beasiswa yang cukup bagus dijalankan. Hal tersebut dilakukan untuk memenuhi hak anak.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar