PENDIDIKAN=INVESTASI
Banyak aspek yang perlu dibenahi dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara. Aspek dasar yang dapat menjadi aset bangsa
ke depan adalah pendidikan. Tidak dapat dipungkiri, pendidikan dapat merubah
nasib suatu bangsa menjadi lebih baik. Dengan pendidikan pulalah, segala aspek
kehidupan seperti ekonomi, budaya, lingkungan, hukum, politik, olahraga dan
lain sebagainya menjadi lebih maju dan berkembang.
Sudah semestinya pemerintah
menganggarkan 20% APBN untuk alokasi bidang pendidikan. Pada dasarnya,
pendidikan bukanlah suatu anggaran pengeluaran dalam APBN sebab pendidikan
merupakan investasi yang nantinya dapat bermanfaat bagi masa depan bangsa.
Pendidikan adalah alat untuk perkembangan
ekonomi dan bukan sekadar pertumbuhan ekonomi. Pada praksis manajemen
pendidikan modern, salah satu dari lima fungsi pendidikan adalah fungsi
teknis-ekonomis baik pada tataran individual hingga tataran global. Fungsi
teknis-ekonomis merujuk pada kontribusi pendidikan untuk perkembangan ekonomi.
Misalnya pendidikan dapat membantu siswa untuk mendapatkan pengetahuan dan
keterampilan yang diperlukan untuk hidup dan berkompetisi dalam ekonomi yang
kompetitif.
Secara umum
terbukti bahwa semakin berpendidikan seseorang, maka tingkat pendapatannya
semakin baik. Hal ini dimungkinkan karena orang yang berpendidikan lebih
produktif bila dibandingkan dengan orang yang tidak berpendidikan.
Produktivitas seseorang tersebut disebabkan dimilikinya keterampilan teknis
yang diperoleh dari pendidikan. Oleh karena itu, salah satu tujuan yang harus
dicapai oleh pendidikan adalah mengembangkan keterampilan hidup.
Di kalangan
masyarakat luas juga berlaku pendapat umum bahwa semakin berpendidikan maka
makin baik status sosial seseorang dan penghormatan masyarakat terhadap orang
yang berpendidikan lebih baik dari pada yang kurang berpendidikan. Orang yang
berpendidikan diharapkan bisa menggunakan pemikiran-pemikirannya yang
berorientasi pada kepentingan jangka panjang. Orang yang berpendidikan
diharapkan tidak memiliki kecenderungan orientasi materi/uang apalagi untuk
memperkaya diri sendiri.
Pendidikan sebagai Investasi Sumber Daya Manusia
Pendidikan merupakan salah satu alat untuk menghasilkan perubahan pada
diri manusia. Manusia akan dapat mengetahui segala sesuatu yang sesuai atau belum diketahuinya
melalui pendidikan. Pendidikan juga merupakan hak seluruh umat manusia. Namun
demikian, hak untuk memperoleh pendidikan harus diikuti oleh kesempatan dan
kemampuan serta kemauan diri individu, keluarga dan masyarakat. Dapat dilihat
dengan jelas betapa pentingnya peranan pendidikan dalam meningkatkan kualitas
SDM agar sejajar dengan manusia lain, baik secara Regional (Otonomi Daerah),
Nasional, maupun Internasional (Global).
Pendidikan merupakan salah satu cara yang ditempuh untuk menanggulangi
kemiskinan. Berbagai program dicanangkan untuk memperbaiki SDM melalui
pendidikan. Diharapkan pelaksanaan pembangunan pendidikan akan lebih baik dan
alokasi dana pendidikan yang sesuai dengan amanat Undang-undang.
Pengembangan SDM adalah proses sepanjang hayat yang meliputi berbagai
bidang kehidupan karena pengembangan SDM bukanlah sebatas menyiapkan manusia
yang menguasai pengetahuan dan keterampilan yang cocok dengan dunia kerja pada
saat ini, melainkan juga manusia yang mampu, mau, dan siap belajar sepanjang
hayat. Oleh karena itu memerlukan sumber daya waktu dan keuangan yang cukup
besar yang dikenal dengan investasi SDM.
Yang dimaksud dengan investasi adalah mengorbankan aset yang dimiliki
sekarang guna mendapatkan aset pada masa mendatang yang tentu saja dengan
jumlah yang lebih besar.
Pendidikan dapat dikatakan sebagai
proses pemberdayaan, yaitu proses untuk mengungkapkan potensi yang ada pada
manusia sebagai individu, yang selanjutnya dapat memberikan sumbangan kepada
keberdayaan masyarakat lokal, kepada bangsanya, dan pada akhirnya pada
masyarakat global. Dengan demikian pendidikan perlu diarahkan untuk
mengembangkan potensi yang dimiliki oleh anak didik agar mampu mandiri. Setiap
anak didik perlu diberi berbagai kemampuan dalam pengembangan berbagai hal,
seperti konsep, prinsip, kreativitas, tanggung jawab, dan keterampilan. Inilah
makna pendidikan yang harus senantiasa dipegangi oleh para pendidik, yaitu
mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar