Rabu, 04 Mei 2016

Pendidikan = Investasi


PENDIDIKAN=INVESTASI


Banyak aspek yang perlu dibenahi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Aspek dasar yang dapat menjadi aset bangsa ke depan adalah pendidikan. Tidak dapat dipungkiri, pendidikan dapat merubah nasib suatu bangsa menjadi lebih baik. Dengan pendidikan pulalah, segala aspek kehidupan seperti ekonomi, budaya, lingkungan, hukum, politik, olahraga dan lain sebagainya menjadi lebih maju dan berkembang.
Sudah semestinya pemerintah menganggarkan 20% APBN untuk alokasi bidang pendidikan. Pada dasarnya, pendidikan bukanlah suatu anggaran pengeluaran dalam APBN sebab pendidikan merupakan investasi yang nantinya dapat bermanfaat bagi masa depan bangsa.
Pendidikan adalah alat untuk perkembangan ekonomi dan bukan sekadar pertumbuhan ekonomi. Pada praksis manajemen pendidikan modern, salah satu dari lima fungsi pendidikan adalah fungsi teknis-ekonomis baik pada tataran individual hingga tataran global. Fungsi teknis-ekonomis merujuk pada kontribusi pendidikan untuk perkembangan ekonomi. Misalnya pendidikan dapat membantu siswa untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk hidup dan berkompetisi dalam ekonomi yang kompetitif.
Secara umum terbukti bahwa semakin berpendidikan seseorang, maka tingkat pendapatannya semakin baik. Hal ini dimungkinkan karena orang yang berpendidikan lebih produktif bila dibandingkan dengan orang yang tidak berpendidikan. Produktivitas seseorang tersebut disebabkan dimilikinya keterampilan teknis yang diperoleh dari pendidikan. Oleh karena itu, salah satu tujuan yang harus dicapai oleh pendidikan adalah mengembangkan keterampilan hidup.
Di kalangan masyarakat luas juga berlaku pendapat umum bahwa semakin berpendidikan maka makin baik status sosial seseorang dan penghormatan masyarakat terhadap orang yang berpendidikan lebih baik dari pada yang kurang berpendidikan. Orang yang berpendidikan diharapkan bisa menggunakan pemikiran-pemikirannya yang berorientasi pada kepentingan jangka panjang. Orang yang berpendidikan diharapkan tidak memiliki kecenderungan orientasi materi/uang apalagi untuk memperkaya diri sendiri.


Pendidikan sebagai Investasi Sumber Daya Manusia

Pendidikan merupakan salah satu alat untuk menghasilkan perubahan pada diri manusia. Manusia akan dapat mengetahui segala  sesuatu yang sesuai atau belum diketahuinya melalui pendidikan. Pendidikan juga merupakan hak seluruh umat manusia. Namun demikian, hak untuk memperoleh pendidikan harus diikuti oleh kesempatan dan kemampuan serta kemauan diri individu, keluarga dan masyarakat. Dapat dilihat dengan jelas betapa pentingnya peranan pendidikan dalam meningkatkan kualitas SDM agar sejajar dengan manusia lain, baik secara Regional (Otonomi Daerah), Nasional, maupun Internasional (Global).
Pendidikan merupakan salah satu cara yang ditempuh untuk menanggulangi kemiskinan. Berbagai program dicanangkan untuk memperbaiki SDM melalui pendidikan. Diharapkan pelaksanaan pembangunan pendidikan akan lebih baik dan alokasi dana pendidikan yang sesuai dengan amanat Undang-undang.
Pengembangan SDM adalah proses sepanjang hayat yang meliputi berbagai bidang kehidupan karena pengembangan SDM bukanlah sebatas menyiapkan manusia yang menguasai pengetahuan dan keterampilan yang cocok dengan dunia kerja pada saat ini, melainkan juga manusia yang mampu, mau, dan siap belajar sepanjang hayat. Oleh karena itu memerlukan sumber daya waktu dan keuangan yang cukup besar yang dikenal dengan investasi SDM.  Yang dimaksud dengan investasi adalah mengorbankan aset yang dimiliki sekarang guna mendapatkan aset pada masa mendatang yang tentu saja dengan jumlah yang lebih besar.
Pendidikan dapat dikatakan sebagai proses pemberdayaan, yaitu proses untuk mengungkapkan potensi yang ada pada manusia sebagai individu, yang selanjutnya dapat memberikan sumbangan kepada keberdayaan masyarakat lokal, kepada bangsanya, dan pada akhirnya pada masyarakat global. Dengan demikian pendidikan perlu diarahkan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh anak didik agar mampu mandiri. Setiap anak didik perlu diberi berbagai kemampuan dalam pengembangan berbagai hal, seperti konsep, prinsip, kreativitas, tanggung jawab, dan keterampilan. Inilah makna pendidikan yang harus senantiasa dipegangi oleh para pendidik, yaitu mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar